Artikel Popularitas SBY Turun

Artikel Popularitas SBY Turun

 

 

 

 

 

 

Dibuat untuk tugas tulisan mata kuliah softskill organisasi dan arsitektur komputer

 

Disusun oleh :

Nama : I ketut Suastika

Npm : 26409886

Jenjang / jurusan : S1 / TEKNIK MESIN

 

 

Popularitas SBY turun 19%

Turunnya popularitas SBY karena tidak ada kebijakan yang signifikan .Tingkat popularitas Presiden Susilo Bambang Yudhoyono turun dalam setahun terakhir ini.Kajian Lembaga Survei Indonesia menyebutkan pada Juli 2009 tingkat kepuasan terhadap SBY pada posisi 85% sedangkan Agustus tahun 2010 mencapai 66%.Hasil penelitian terbaru Lembaga Survei Indonesia menunjukkan bahwa tingkat ketidakpuasan terhadap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan pemerintahannya dari waktu ke waktu menurun.Dibandingkan pertengahan tahun 2009, popularitas SBY sekarang menurun 19%.Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indonesia Kuskrido Ambardi mengatakan kepada BBC penurunan itu disebabkan antara lain karena tidak adanya kebijakan SBY yang signifikan.”Itu merupakan penurunan drastis karena penurunannya begitu konsisten dari waktu ke waktu. Ini berarti dalam satu tahun terakhir tidak banyak prestasi atau kebijakan Presiden yang dianggap penting dan memuaskan,” kata Kuskrido Ambardi.”Kalau seandainya dilihat dari dukungan politik maka sebetulnya menurun, cukup drastis karena selama ini SBY bertengger antara 75% sampai 80%,” lanjutnya.

Pengaruh media

Namun Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Max Socapua mengatakan survei itu sangat dipengaruhi oleh media massa yang banyak menyoroti keurangan pemerintahan SBY bukan karena kebijakan pemerintah.”Opini masyarakat ini atau masyarakat yang dibuat survei adalah mereka yang terkontaminasi dengan berbagai pemberitaan media massa yang notabene pembicaraan pengamat dan tokoh politik yang berseberangan dengan pemerintah bisa jadi lebih sering frekuensinya daripada yang pro pemerintah,” tandasnya.Terjadi suatu kekecewaan yang sangat mendalam terhadap pemerintahan SBY karena dalam beberapa kali kesempatan tampak jelas tidak ada ketegasan presiden dalam berbagai kebijakan pemerintah

Ikrar Nusa Bhakti

Pengamat politik menilai adanya penurunan tingkat kepuasan terhadap SBY ini berkaitan pula dengan gaya kepemimpinan presiden belakangan ini.Ikrar Nusa Bhakti dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia mengatakan SBY memang dalam beberapa hal tidak dapat bertindak tegas.”Terjadi suatu kekecewaan yang sangat mendalam terhadap pemerintahan SBY, baik terhadap pemerintah maupun pribadinya karena dalam beberapa kali kesempatan tampak jelas tidak ada ketegasan presiden dalam berbagai kebijakan pemerintah,” katanya.

“Contohnya, presiden tampaknya lebih khawatir dengan naik turunnya harga saham ketimbang naik turunnya harga beras. Kalau harga beras naik dikatakan lumrah karena menjelang Ramadhan atau Lebaran itu, padahal itu menunjukkan presiden kurang mempedulikan rakyat kecil,” kata Ikrar.Bahkan kata Ikrar Nusa Bhakti dalam kasus menangani persoalan perbatasan dengan Malaysia sangat dirasakan masyarakat bahwa pemerintahan SBY tidak tegas.Bukan ingin berperang dengan Malaysia, katanya, tapi harus melakukan diplomasi yang tegas terhadap Malaysia.Lembaga Survei Indonesia melakukan kajiannya pada bulan Agustus 2010 melibatkan sekitar 1.800 responden di Indonesia.

Liputan6.com, Jakarta

Kantor Kepresidenan menyatakan apresiasinya atas survei tingkat popularitas Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang dilakukan Lembaga Survei Indonesia (LSI). Survei yang menempatkan tingkat popularitas SBY pada angka 66 persen atau turun 19 persen dari tahun sebelumnya akan menjadi pelecut bagi pemerintah lebih bekerja keras. Demikian dikatakan Staf khusus Presiden Bidang Bantuan Sosial dan Bencana Andi Arief di Jakarta, Jumat (3/9).

Menurut alumnus Fisipol UGM itu, naik turunnya popularitas Presiden merupakan hal biasa dan tak perlu disikapi berlebihan. Bila dibandingkan survei LSI terakhir pada Januari 2010 yang memperlihatkan popularitas Presiden di angka 70 persen, berarti saat ini terjadi penurunan sekitar 4 persen. “Tapi, saya optimis, kinerja pemerintah di tahun kedua akan lebih positif, sehingga popularitas Presiden akan meningkat kembali,” kata Andi.
Andi Arief menambahkan, pengalaman naik turunnya popularitas Presiden telah dialami sejak zaman pemerintahan SBY jilid pertama (2004-2009). Penurunan popularitas sempat terjadi tatkala pemerintah mengumumkan kenaikan harga BBM. Namun, popularitas yang sempat anjlok itu dapat diperbaiki. Bahkan meningkat jauh lebih tinggi ketika pemerintah berhasil mengimplementasikan kebijakan-kebijakan populis seperti BLT (Bantuan Langsung Tunai), BOS (bantuan Operasional Sekolah), dan KUR (Kredit Usaha Rakyat).
Meskipun demikian, Andi tak menampik hasil survei merupakan cermin dinamika publik yang substansinya harus ditangkap para pengambil kebijakan. Hasil survei LSI pada Agustus 2010, kata Andi, menunjukkan harapan yang tinggi dari publik agar Kabinet SBY-Boediono dapat langsung tancap gas di tahun pertama pemerintahannya. Namun, berbagai persoalan politik seperti reperkusi kasus Century telah mengurangi energi Kabinet untuk fokus pada pelaksanaan program-program pro-rakyat.
Karena itu, Andi berharap di tahun kedua pemerintahan, anggota-anggota Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II dapat memberikan konsentrasi penuh. Yakni dalam menyukseskan pelaksanaan program-program kerakyatan, serta lebih peka pada rasa keadilan masyarakat.(AIS

Referensi : WWW.google.COM

Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s