Gayus Beberkan ‘Cara Kerja’ Mafia Pajak

Gayus Beberkan ‘Cara Kerja’ Mafia Pajak

Ada tiga modus yang kerap dilakukan Gayus Tambunan.

Senin, 3 Januari 2011, 20:09 WIB

 

 

 

Gayus Tambunan (VIVAnews/Nurcholis Anhari Lubis)

BERITA TERKAIT

Terdakwa kasus mafia pajak Gayus Tambunan dalam pledoinya mengungkap sejumlah cara yang biasa digunakan mafia pajak di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak. Ada tiga modus yang kerap dilakukan Gayus.
“Pertama negosiasi di tingkat pemeriksaan pajak oleh tim pemeriksa pajak,” kata Gayus Tambunan, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin 3 Januari 2011.
Menurut Gayus, untuk modus yang pertama itu akan berakibat bahwa Surat Ketetapan Pajak tidak mencerminkan nilai yang sebenarnya. Kedua, kata dia, adanya negosiasi di tingkat penyidikan pajak.
Gayus memberi contoh pada pengungkapan faktur pajak fiktif. Gayus melanjutkan, pengguna faktur fiktif selalu diminta untuk pembetulan Surat Pemberitahuan (SPT). Pengguna faktur juga ditakut-takuti untuk berubah status dari saksi menjadi tersangka.
“Ujung-ujungnya uang sehingga tidak ada perubahan status,” kata dia. Selanjutnya, mafia pajak biasa bermain pada penyelewengan fiskal luar negeri dengan berbagai macam modus.
Gayus juga mengungkap modus lain yang biasa digunakan, yakni pada penghilangan berkas surat permohonan keberatan wajib pajak. “Sehingga pada jatuh tempo, surat itu tidak dapat diproses,” kata mantan pegawai Direktor Jenderal Pajak Golongan IIIA ini.
Akibatnya, keberatan harus diterima dan dibayarkan berapapun jumlahnya. Selain itu, penggunaan perusahaan luar negeri juga menjadi celah bagi mafia pajak. Menurut Gayus, masih banyak modus lain yang kerap dilakukan di lingkungan direktorat Jenderal Pajak.
Gayus juga mengungkapkan, kasus PT Surya Alam Tunggal yang ditanganinya tidak terdapat masalah apapun. “Saya ikhlas kalau memang yang diproses adalah perkara yang saya memang menerima atau memperkaya pihak lain,” kata dia.
Menanggapi hal ini, juru bicara Direktorat Jenderal Pajak M Iqbal Alamsjah tidak dapat menanggapi modus-modus mafia pajak yang diakui Gayus. Karena, Gayus bukan lagi pegawai Direktorat Jenderal Pajak.

“Karena Gayus sudah berada di ranah hukum. Di luar Direktorat Jenderal Pajak. Coba konfirmasi langsung ke Gayus,” kata Iqbal saat dihubungi VIVAnews.com, Senin 2 Januari 2010.
Iqbal sendiri tidak mengetahui modus-modus yang disebutkan Gayus. Kendati demikian, menurut Iqbal, Ditjen Pajak memiliki aturan dan kode etik yang ketat untuk mengurangi ruang gerak mafia pajak. “Karena memang sudah ada kode etik yang mempersempit hal seperti itu,” tegas Iqbal. (sj)

REFERENSI : VIVANEWS.GOOGLE.COM

Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s