Aliran kas Proyek Analisa teknik dan biaya tugas 2

ALIRAN KAS PROYEK

     Tujuan Pembelajaran

Bab ini menjelaskan tentang bagaimana cara menaksir aliran kas proyek, dan mengapa aliran kas proyek tersebut dirasakan sangat penting dalam penilaian proyek. Penaksiran aliran kas proyek disini baik kalau proyek tersebut dibelanjai seluruhnya dengan modal sendiri ( umumnya ini tidak mengalami kesulitan dalam menaksirkan nya ) dan bagaimana kalau proyek tersebut dibelanjai dengan ( sebagian ) pinjaman . Berdasarkan pengamatan penulis, nampaknya selalu terjadi kesulitan dan kebingungan dalam penaksiran aliran kas kalau proyek itu dibelanjai (sebagian ) dengan pinjaman.

 

Soal perhitungan :        

Suatu perusahaan berniat untuk mengganti mesin yang lama dengan mesin yang baru. Diketahui nilai buku mesin yang lama adalah Rp 100 juta dan masih bisa digunakan 5 tahun lagi tanpa nilai sisa. Sementara mesin baru mempunyai harga  Rp 150 juta dan di taksir mempunyai umur ekonomis 5 tahun dengan nilai sisa 0. Metode penyusutan menggunakan metode garis lurus. Setelah dihitung mesin baru ternyata dapat menghemat biaya operasional sebesar Rp 30 juta. Diketahui pula bahwa mesin lama masih dapat dijual seharga Rp 80 juta dengan tarif pajak sebesar 30 % .

Berdasarkan uraian diatas hitunglah taksiran aliran kas dari penggantian mesin tersebut!

JAWAB :

Penaksiran aliran kas yang kita gunakan adalah menggunakan taksiran selisih (incremetal).

Kalau perusahaan mengganti mesin lama dengan mesin baru, maka perlu tambahaan inventaris sebesar Rp 150 jt – Rp 100 jt = Rp 50 jt.

 

Taksiran operasional cash flow pertahun adalah :

Tambahan kentungan karena penghematan

 

biaya operasional                                                          Rp 30 jt

Tambahan penyusutan : mesin baru         : Rp 30 jt

mesin lama                                                      :  Rp 20 jt               Rp  10 jt

Tambahan laba sebelum pajak                                                   Rp 20 jt

Tambahan pajak                                                                           Rp 4,5 jt

Tambahan laba setelah pajak.                                                    Rp 15,5 jt

Tambahan masuk bersih                         Rp’15,5 + Rp’ 10 jt = Rp 25,5 jt.

 

Dengan demikian maka rencana penggantian mesin tersebut akan mengakibatkan penambahan inventaris ( yang merupakan kas keluar ) Rp 50 jt ,  dan memberikan tambahan kas masuk operasional setian tahun Rp 25,5 jt selama 5 th, karena disini tidak ada nilai sisa, maka disini tidak ada terminal cash flow.

 

Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s